Sabtu, 19 Juni 2010

Siswa ber Hp canggig guru malah Binun


PEREDARAN video adegan mesum yang diduga dilakukan oleh Ariel dengan beberapa artis perempuan melalui ponsel sangat meresahkan masyarakat. Kalangan orang tua mengkhawatirkan video itu dapat memicu terjadinya seks bebas di kalangan remaja. Bahkan saat ini hampir semua kepala sekolah di Jateng, khususnya tingkat SLA ’kebakaran jenggot’ karena disinyalir seluruh siswa sudah memiliki gambar-gambar tersebut di hand phone-nya masing-masing.
Maka, razia hp pun digalakkan. Hasilnya, banyak yang nihil, karena para siswa lebih piawai dalam menyimpan gambar-gambar tersebut. ”Lho banyak guru yang ndak bisa membuka hp siswa karena memang hp-nya canggih-canggih,” tutur salah seorang guru SLA di kawasan Banyumanik.

Di beberapa daerah, razia pun digalakkan. Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal merazia ponsel milik siswa untuk mencegah peredaran video mesum itu di kalangan pelajar. Pasalnya, pemberitaan yang gencar melalui infotainmen tentang video mesum itu justru dinilai membuat pelajar menjadi semakin penasaran ingin melihatnya.

”Secara psikologis, remaja itu masih dalam pencarian jati diri dan suka melakukan hal-hal yang baru,” kata Ketua Dewan Pendidikan Tegal Dimyati di sela-sela razia ponsel, di SMK Adiwerna Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Seks bebas
Dimyati mengungkapkan, jika yang ditiru adalah hal yang positif itu tidak menjadi soal. Namun, jika yang ditiru merupakan perbuatan asusila, maka bisa mengakibatkan terjadinya seks bebas di kalangan pelajar. Apalagi, sebentar lagi akan memasuki masa libur kenaikan kelas, di mana anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya. ”Bisa saja, mereka mencoba-coba dengan pacarnya,” ujarnya.

Seluruh kepala sekolah di Tegal pun bergerak untuk merazia ponsel milik siswa. Jika ditemukan tersimpan video mesum, maka orang tua siswa bersangkutan harus dipanggil. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran yang sangat urgen dalam mengontrol penggunaan ponsel anaknya. ”Untuk sekolah yang mengadakan kegiatan luar seperti study tour atau kemah, kami imbau agar memperbanyak guru pendamping untuk mengawasi seluruh siswanya,” tegasnya.

SMK 1 Adiwerna bahkan telah melarang siswanya membawa ponsel dengan kelebihan multimedia dan internet. Ponsel yang diperbolehkan dibawa siswa ke sekolah hanya yang bisa untuk SMS dan telepon saja. Setiap pagi, pihaknya selalu merazia puluhan ponsel siswa.

”Pagi ini kami menyita puluhan ponsel siswa. Semua kami tahan dan hanya bisa diambil oleh orang tuanya masing-masing," tandasnya Wakil Kepala Sekolah Sakirin. Sakirin mengakui, dari seluruh ponsel yang disita itu tidak ditemukan tersimpan video dan gambar mesum. Kemungkinan, beberapa siswa menghapusnya saat akan dibawa ke sekolah. Pasalnya, ada ponsel yang masih terdapat file video Ariel, tapi tidak bisa dibuka karena dipasang password. "Ada juga yang memory card-nya diambil," jelasnya.
Nihil
Sebelumnya, di Kota Tegal juga dilakukan razia ponsel milik siswa. Namun razia yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Ikmal Jaya itu juga nihil. Kemungkinan, razia itu bocor, sehingga para pelajar menghapusnya. Padahal, sebelumnya banyak siswa di Kota Tegal mengaku pernah melihat dan menyimpan video mesum yang dilakukan artis papan atas itu.

Ikmal mengakui, razia ponsel itu kurang efektif untuk mengadang pengaruh negatif video porno. Namun setidaknya ada upaya yang dilakukan untuk mengontrol siswa. Yang terpenting, adalah pembinaan mental dan spiritual kepada pelajar baik oleh sekolah, orang tua maupun dari lingkungan.

Terkait video mesum mirip Ariel ini juga mendapat sorotan dari mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault. Ketika di Purwokerto, baru-baru ini, ia meminta departemen ataupun instansi terkait melakukan pengawasan situs porno secara berkelanjutan dan tidak hanya temporer saat ada kejadian.

Adhyaksa Daud mengakui pemerintah masih sangat lemah dalam pengawasan situs porno di masyarakat. Ia mencontohkan kejadian pada anak-anak sekolah di Depok sewaktu mendapat tugas sekolah untuk mencari suatu materi di internet. Ternyata sesudah dibuka, situs tersebut memuat vidoe porno.

"Pernah ada kejadian di Depok, siswa mendapat tugas untuk mencari materi tentang lalat. Sesudah dibuka dinternet ternyata lalat itu merupakan salah satu situs porno. Artinya, situs porno menyebar sangat luas di internet dan tidak pengawasan ketat dari pemerintah," katanya.

Kalau sesudah beredarnya video mesum mirip artis tersebut, kemudian dinas-dinas terkait ataupun pihak kepolisian berlombalomba melakukan razia telepon seluler maupun di warnet, hal itu hanya bersifat sementara. Padahal, lanjutnya, jika ingin membatasi peredaran situs porno, pengawasan harus dilakukan secara terus-menerus. Bukan hanya situasional ketika muncul kasus.

Adhyaksa meminta agar Menkominfo segera melakukan proteksi terhadap berbagai situs di internet dari pornografi. Sebab, situs porno sangat membahayakan generasi muda, sehingga harus ada proteksi yang benar.
"Saya meminta agar Menkominfo, Bapak Tifatul Sembiring untuk tidak ragu-ragu menangani kasus ini secepatnya. Hal mendesak yang harus dilakukan yaitu memproteksi berbagai situs di internet dari pornografi," katanya.

VCD porno
Ketenaran artis Ariel Piterpen, Luna Maya dan Cut Tari tidak saja saat beraksi di atas panggung hiburan saja. Namun, saat beredarnya gambar yang hanya diduga mirip tiga artis itu membuat sejumlah pedagang VCD kakilimaan harus pikir-pikir dua kali ketika pertimbangan menjual atau tidak.

Banyaknya pemberitaan media yang menyebutkan jika film itu sudah dipasarkan dengan CD di Jakarta, membuat sejumlah masyarakat nekat datang menanyakan ada atau tidak.
Keraguan muncul karena selain harga yang dipatok lebih tinggi dibanding harga VCD biasa, permintaan barang oleh masyarakat cukup tinggi sehingga keuntungan menjual barang bisa. Di sisi lain, pedagang mengaku takut menjual VCD Ariel karena alasan seringnya oprasi yang dilakukan polisi.

Man salah satu pedagang VCD kakilima yang biasa mangkal di kompleks Pasar Johar mengaku, sejak isu beredarnya film itu banyak yang tanya jual atau tidak. "Kebetulan saya tidak jual, tapi jika yang lain tidak tahu. Yang jelas banyak sekali yang tanya tentang VCD Ariel dijual atau tidak," ujarnya.

Orang yang tanya, imbuh dia, tidak saja dari orang di sekitar Pasar Johar saja, namun banyak orang yang menanyakan VCD karena alasan penasaran ingin lihat benar atau tidak sosok artis yang mereka kagumi bermain film porno.

"Orang yang datang ke sini makin bertambah setelah film tidak bisa diambil dari internet," ujar pria yang mengaku tidak menjual karna takut dengan polisi. "Ini barang dari Jakarta," 

www.rajascript.com
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys